Perbedaan Espresso, Latte, Moka, Cappucino

Tags

, , , ,

Kemarin teman kosan datang membawa “oleh-oleh”, yaitu 2 minuman kopi-kopian rasa mocca dan cappucino.

Trus tiba-tiba tertarik buat ngebahas perbedaan dari jenis-jenis kopi yang namanya sering terdengar di sekitar generasi starbucks.

Espresso

Espresso merupakan kopi hitam yang kental dengan rasa yang kuat. Espresso asli biasanya diminum tanpa campuran pemanis ataupun susu, dan disajikan dalam gelas kecil yang disebut dengan shot.

Latte


Istilah Latte pertama kali populer di Amerika Utara. Di Eropa, latte lebih cenderung dianggap sesuatu yang diperuntukkan bagi anak-anak anda atau peminum kopi yang masih sangat belia.

Banyak orang yang bingung membedakan latte dengan cappucino. Latte adalah espresso dalam kombinasi dengan susu yang dihangatkan dengan uap air (semacam dikukus). Café latte adalah campuran antara espresso dan susu cair dengan perbandingan 1:2. Jadi 1/3 bagiannya adalah kopi, sedangkan 2/3 bagiannya adalah susu cair. Jika dibandingkan dengan cappuccino, café latte ini lebih ringan rasa kopinya, karena lebih banyak mengandung susu (kopi-indonesia.com)

Jika anda menambahkan cokelat ke dalam minuman tersebut maka akan menjadi moka :-D

Moka

Sebagian orang menyebut moka sebagai kopi coklat atau kopi dan coklat. Cokelat yang dicampur dalam minuman ini juga dapat bervariasi. Beberapa moka menggunakan coklat sirup sementara yang lain menggunakan coklat bubuk. Cokelat yang digunakan pun dapat berupa cokelat putih atau cokelat yang hitam. Mereka hanya berbeda karena jenis cokelat yang digunakan. Kadang-kadang minuman moka atasnya disemprot dengan whipped cream. Perlu diketahui juga bahwa informasi ini sangat subjektif, proporsi bisa bervariasi dan setiap barrista mempunyai resep masing-masing untuk mengubah hidangan mereka agar sesuai dengan selera pelanggan lokal.

Moka adalah salah satu varietas kopi tertua di dunia dan merupakan salah satu jenis kopi pertama yang dipasarkan dan dinikmati oleh orang Eropa. Menggunakan resep dasar yaitu coklat dan kopi, berbagai jenis minuman moka telah muncul dalam beberapa tahun terakhir. Istilah ‘moccaccino’ atau ‘mochacino’ juga digunakan di beberapa tempat di AS. Minuman mocha saat ini dapat disajikan dalam minuman dingin maupun panas yang tersedia dan dikemas di sebagian besar supermarket.

Cappuccino

Cappuccino adalah sajian kopi khas Italia yang biasanya diminum pagi hari. Cappuccino terdiri dari espresso, susu cair dan busa susu di atasnya. Busa susu ini bentuknya menyerupai cap/topi sehingga disebut Cappuccino (kopi-indonesia.com)

Minuman ini sering disalahartikan dengan latte, tapi pada dasarnya mereka adalah dua minuman yang amat berbeda. Umumnya cappuccino dibuat dalam sepertiga proporsi. Ini berarti cappucino yang tepat adalah sepertiga espresso, sepertiga susu yang dikukus, dan sepertiga busa susu.

And then, gw menemukan ilustrasinya sbb:

(dari berbagai sumber)

Liburan ke Ujung Genteng

Tags

, , ,

Musim liburan telah tiba! (tepatnya sih udah mau berakhir :-P ). Saya bersama beberapa teman UKM berencana mengunjungi Ujung Genteng pada libur semester ganjil ini. Beranggotakan 16 orang, kita menyewa 2 mobil xenia yang sama-sama diisi 8 orang.

Sebelum hari-H sempat teteleponan sama mama, dan mama menyarankan kalau yang ikut banyak coba sewa minibus aja sama supirnya, supaya yang nyupir ga terlalu capek. Tapi untung kita ga jadi nyewa minibus. Kenapa? Karena ternyata jalan-jalan di ujung genteng ini kecil-kecil dan banyak tanah yang jeblos alias lembek.

Terlepas dari jalan yang jeblos, lembek dan becek saya pribadi merasa puas sekali ikutan jalan-jalan ke Ujung Genteng ini :D . Dengan biaya ga sampai Rp.200.000/orang (ga termasuk makan) kita dapat menikmati pemandangan dan pastinya pengalaman liburan yang oke punya.

Jadi 200ribu-nya dipake buat apa?

Yah, standar sih. Patungan sewa 2 mobil (xenia) dan penginapan sehari semalam di Pondok Hexa, Ujung Genteng.

Penginapan yang kami sewa berharga Rp.500.000/malam dengan fasilitas 2 kamar tidur+AC, 2 kamar mandi, dapur, ruang TV dan TV kabel (don’t expect too much, the signal is very bad), ruang makan, kulkas. Oh ya, check outnya paling lambat jam 1 siang.

Ketika sampai Ujung Genteng dan setelah membooking kamar yang kita lakukan selanjutnya adalah mencari makan. Kebetulan saya (dan Ice) sih sudah makan ketika mobil berhenti di suatu daerah bernama Surade. Selagi mereka menunaikan ibadah Shalat, saya dan Ice makan di depan mesjid di sebuah warteg yang bernama ‘surade’ juga. Sayang sekali banyak menu yang sudah habis begitupun nasinya yang hanya cukup untuk jatah 2 orang (porsi supir truk :P ). Jadi begitu saya dan Ice ngambil nasi sebenarnya nasinya sih masih ada sisa…

Lanjut masalah mencari makan, dari penginapan kita melucur ke restoran bernama “Anugrah Alam”. Bukan karena rekomendasi sih, tapi lebih tepatnya karena restoran ini diantara yang kita lewati tadi tampak cukup besar dan pewe :D

Karena udah makan, saya hanya memesan kelapa muda seharga Rp.10ribu. Sementara yang lain sibuk memilih menu. Menu disini kebanyakan menu paketan seafood gitu. Jadi harganya up to 50ribu dan porsinya kita ga kebayang seberapa banyak. Dan berhubung mayoritas adalah anak kosan yang ga mau rugi dan buat makan ga mau gambling, jadilah mereka pesennya nasi goreng.

Bahkan untuk makan malam, dengan mencoba restoran lain tentunya, anak-anak pun masih memilih menu nasi goreng karena memikirkan nasib makan siang keesokan harinya :|

Jadi, karena ini adalah perjalanan ke Ujung Genteng pertama kami semua, saya rasa ada baiknya membawa bekal makanan sendiri (lagian ada kulkas dan dapur juga sih), jadi bisa deh makan seafood paketan itu sekali. Soalnya alasan ga milih seafood paketan itu kan karena musti mikirin makan malem, makan esok hari dan juga cemal-cemil lainnya.

Setelah makan siang, hari telah sore… *halah

Sesuai anjuran senior di UKM, kita menuju tempat penangkaran penyu. Yup! Dianjurkan datang ke tempat ini sore hari karena di sore harilah mereka melepas anak-anak penyu ke laut :D

Anak penyunya ada banyak dan unyu sekali XD

Sebelum melepas penyu ada peraturan yang ditetapkan oleh petugas penangkaran, yaitu:

Saat melepaskan penyu, kita tidak boleh bergerak (berpindah) dari tempat kita berdiri supaya anak penyu tidak terinjak. Jika menginjak satu anak penyu maka konsekuensinya adalah menjadi sukarelawan di tempat tersebut selama setahun, dan berlaku kelipatan.

Selain itu kita juga mendapat informasi dari petugas disana kalau-kalau mau melihat Mama Penyu bertelur. Biasanya mama penyu bertelur malam-malam, antara jam 9 malam sampai jam 3 pagi dengan waktu yang tidak bisa ditentukan (terserah mama penyunya dong :P ). Tapi kita ga kesana gara-gara nomor telepon petugasnya ilang dan anak-anak udah pada tepar juga…

Keesokan paginya, kita sarapan pake mie goreng buat sendiri. Dan berniat buat basah-basahan. Melalu diskusi yang terjadi saat makan malam (dengan menu sebagian besar adalah lagi-lagi nasi goreng) kita sepakat buat langsung basah-basahan di Amanda Ratu. Sekadar informasi bahwa Amanda Ratu itu adalah “Tanah Lot” nya Ujung Genteng, tapi ga ada pura-nya.

Sampai ke Amanda Ratu, jreng-jreeng, ga ada pantainyaaa!!!

Ternyata kita dapat menikmati keindahan Amanda Ratu tersebut dari semacam tebing terjal yang memisahkan kita dengan Amanda Ratu.

Kecewa karna ga bisa basah-basahan, anak-anak langsung minta cabut ke pantai yang bisa basah-basahan, lalu kita pun capcus ke pantai ujung genteng.

Sesampainya di Pantai Ujung Genteng mengingatkan saya pada Muaro di Padang, Sumatra Barat. Banyak sekali kapal-kapal nelayan. Jadi bingung juga mau main air dibagian mananya :? . Namun setelah bertanya, kita diberi petunjuk kalau pantai ujung genteng yang biasa dikunjungi ada di balik portal (yang masuk dan parkirnya harus bayar). Tadinya karena anak-anak bilang parkirnya di luar aja biar ga usah bayar parkir, namun setelah dipikir-pikir mengingat keamanan mobil dlsb jadinya kita putuskan si mobils ikut masuk saja. Dan untunglah ikut masuk, ternyata jarak dari portal ke pantainya lumayan jauh juga :o

Di pantai Ujung Genteng ini, kamu bakal nemuin sumpah banyak banget gilak bintang lautnya. :o

Tapi bukan bintang laut kayak patrick gitu…*foto terlampir*

Jarak dari bagian kering ke tempat yang ada ombaknya juga ‘jauh’, musti melintasi bagian yang lembek dan dipenuhi bintang laut dan rumput laut(?) dan juga terkadang karang-karang…hhfft, bingung juga ngedeskripsiinnya :?

Biarpun pantai inilah yang disebut ‘pantai ujung genteng’, pantai favorit kami adalah pantai pangumbahan, tempat penyu kemarin. Pasir putihnya lembuut banget, dan Alhamdulillah ga banyak sampah juga :D
Akhirnya, kita memutuskan untuk bergerak ke arah pantai pangumbahan…

pantai pangumbahan (penangkaran penyu)

Lewat dari pantai pangumbahan, kita lurus terus sampai akhirnya nyampe ke jalan buntu berpenampakan rawa-rawa. Wew…

Untung ada bapak-bapak menghampiri menanyakan maksud dan tujuan kita, dan arif mewakili menjelaskan kepada bapak itu…Kata bapak itu adalah benar bahwa pantai yang kita tuju ada di sini..

HAH? TAPI INI KAN RAWA-RAWA….EAAAA *pikirku dalam hati*

Oh, ternyata maksud bapak itu parkirnya disini, untuk ke pantainya harus ditempuh dengan berjalan kaki lagi (atau sepeda dan sepeda motor). Celingak-celinguk dari ‘tempat parkir’ sebenarnya ga ada aura-aura pantai gitu sih…akhirnya dikirim beberapa utusan buat ngikutin bapak itu ke pantainya.

Utusannya ga balik-balik…

Akhirnya kita pun menyusul, menyusuri semak dan rawa…dan…JRENG-JRENG!!

Subhanallah indah bangeett!! Muara sungai yang tenang ketemu laut dan pantai ‘padang pasir’ :o

menyusuri semak dan rawa

Setelah puas bermain air dan foto-foto, kita pun kembali ke penginapan buat siap-siap check out dan kembali ke Bandung yang memakan waktu kira-kira 6-7jam perjalanan :-D

Ladies Night at Shalika Place

Tags

, , ,

Huraayy!! Aroma-aroma liburan sudah mulai terasa (biarpun sebenarnya UAS belum selesai). Gw, Shali, Erneza, Anggi, Andra, Anne, Evelyn, Agnes menghabiskan ladies night di kosan Shali tertanggal 20 Desember 2011…

Sebelum hari-H, bahkan ada poster propaganda buat acara senang-senang kita ini :-P

And our agenda:
- Sejenak melupakan deadline dan faktor-faktor lain yang membentuk neraka dunia dan kantung mata
- Marathon DVD – The Matrix Trilogy
- Makan (Popcorn, cemil-cemil, main course, dessert) FREE!
- Curhat gaya bebas & ngerumpi
- Mengagumi Keanu ♥
- Mengagumi adegan-adegan slowmotion, CGI & bullet time
- Cekikikan
- Nyobain glitter lotion punya gua
- Ngerumpi sambil ngemil
- Mengagumi Keanu (part 2)
- Sleepover (optional sih… :p)
- Memimpikan Keanu
- Buat yang masih nyicil kerjaan, bawa aja laptopnya kemari~, pasti nonton sambil kerja bisa lah yaaaa ♥

OPTIONALS:
- Diskusi UAS Semiotika (atau nyontek UAS yg udah beres…)
- Diskusi Semiotika dalam The Matrix Trilogy (( hurr durr ))
- Pesta burqa & cadar sambil pillowfight a la AKB48
- Sok imut sambil minum Poc*ri Swe*t a la JKT48 – B.Y.O.P (Bring Your Own P*cari) please
- Mempraktekkan adegan kayang Neo
Dst…

Yess! Mengagumi Keanu…
Emang ganteng banget tu cowo, pantes aja He’s The One :P

Acara favourit gw tentu saja makan-makan. Apalagi Shalikun jago masak gitu kan. She served us with pasta, sausage, and salad. And, oh, pop corn and ice cream (and so on ♥~ ) while watching The Matrix :-D

Biarpun acara kita didominasi nonton The Matrix, tapi theme song acara ini adalah lagu Heavy Rotation-nya AKB48 (bahkan si Ernez bawa Pocari Sweat beneran :mrgreen: ) Dan selagi AKB48 di video klipnya sibuk pesta lingerie, kita disini sibuk pesta kerudung cadar & burqa. (ah, sudah…abaikan.)
Selain itu, ada sesi tambahan yaitu konsultasi elektronik bersama mas Ricky Prahatama.

———————————————————————————————————
Ternyata, meskipun kita semua cewe, masih ada juga yang malu-malu loh..

Contohnya si Anne. Udah jelas-jelas di setiap statusnya suka banget kayang, tapi pas kita nyuruh dia kayang ala Keanu, dia malah ga mau ==;

Ada lagi si Ernez…sepanjang malam sibuk ngomongin semiotikaaaa mulu. Gue yang belum memutuskan mau ngebahas apa buat semiotika nyaris galau dibuatnya.

Errr….

Sebenarnya agak susah juga mendiskripsikan kemarin malam karena acara kita happily random gitu^^;

Anyway, It’s awesome night together! Thank you. Love you Dudetess~

Ladies Night at Shalikun Place

♥♥♥

Sejarah Cheesecake

Tags

,

Dalam postingan saya yang terdahulu, disitu dikatakan bahwa mungkin saya akan banyak membahas masalah interior, tapi ternyata takdir berkata lain…

Perjalanan kuliah saya menunjukan bahwa saya akhirnya harus berkutat dengan yang namanya makanan, bukan interior. Menyenangkan sih….dan bikin laper :-P

Pada postingan ini saya akan membahas tentang salah satu makanan favorit saya: Cheesecake!

Kenapa cheesecake? karena akhir-akhir ini saya sering sekali ‘ngidam’ kue ini..nyess :roll:

SEJARAH CHEESECAKE

Cheesecake itu pertama kali dibuat oleh bangsa Yunani kuno. Pada masa itu, cheesecake adalah hidangan bagi para atlet di Olimpiade yang pertama kali digelar di Yunani. Cheesecake pada masa itu dibuat dengan campuran susu kambing atau domba. Dalam perkembangannya, resep cheesecake ini dibawa oleh bangsa Romawi yang menjajah Yunani, lalu menyebarkan ke Inggris saat penjajahan. Cheesecake juga mulai dikenal di Amerika Serikat dari para imigran Yahudi dari Eropa Selatan dan Timur.(via lapar.com)

Pada masa tersebut cheesecake tidak hanya digunakan untuk hidangan saji atlet Yunani saja, namun cheesecake juga digunakan sebagai kue pengantin bangsa Yunani karena proses pembuatannya yang mudah dan hasilnya yang enak. Adalah Athenaeus, seorang penulis yang diketahui menulis resep cheesecake paling tua yang ditemukan yaitu 230 A.D. Sebenarnya resep cheesecake sendiri dikalangan Yunani diperkirakan sudah ada sejak 2000 tahun sebelumnya (wow!) tapi, ya itu tadi, hanya resep Athenaeus-lah yang diketemukan yang paling tua.

Setelah Romawi menguasai Yunani, resep cheesecake ini akhirnya diketahui pula oleh orang Romawi. Mereka menyebutnya ‘libum’. Libum ini oleh orang Romawi sering juga digunakan sebagai sesajen untuk dewa-dewa mereka.

Perluasan wilayah kekuasaan Romawi mengakibatkan meluas pula resep tentang cheesecake. Cheesecake dibawa ke dataran Inggris dan Eropa Barat dan terus meluas ke daerah Skandinavia dan daerah Barat Laut Eropa. Persebaran cheesecake itu diiringi perubahan terhadap resep cheesecake yang asli, dimana masyarakat di tempat tertentu bereksperimen menambahkan bahan-bahan yang terdapat di daerah mereka. Pada eksperimen tersebut penggunaan ragi dihilangkan dan diganti dengan telur dan susu.

Saat bangsa Eropa bermigrasi ke Amerika dan menjadi bangsa Amerika, resep cheesecake ini ikut pula terbawa ke benua baru tersebut dan di benua ini pula cream cheese ditemukan  dan cheesecake mencapai puncak kejayaannya (?) sehingga kita bisa melihat cheesecake yang sekarang.

The Classic Newyork style cheesecake adalah cheesecake yang disajikan hanya kuenya saja, maksudnya tanpa topping seperti buah, coklat, selai dan semacamnya. Kue ini sangat menonjolkan cita rasa kelembutan dari cheesecake itu sendiri. Bahkan New Yorkers yakin bahwa cheesecake tidak akan sebenar-benar cheesecake sampai resep tersebut sampai ke New York

New York Style Cheesecake

(dari berbagai sumber)

“Kumpulan Resep Masakan Minang by Keputrian UKM-ITB” now in PDF!

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Taragak masakan kampuang? Pengen nyoba buat masakan khas minang? Kini “KUMPULAN MASAKAN MINANG by KEPUTRIAN UKM-ITB”  versi PDF alah bisa diunduh (sudah bisa di-download) di blog pike ko. Selamat Menikmati :-D

Di dalamnya terdapat resep:

  • Bubua Kampiun
  • Bubua Kacang Hijau
  • Carabikang (Pinukuik)
  • Dendeng Batokok
  • Gado-gado Padang
  • Godok Pisang
  • Goreng Pisang Jo Katan
  • Gulai Cubadak/ Gulai Nangka
  • Gulai Paku
  • Kue Lapis Beras
  • Kue Nagasari
  • Kue Talam Ebi
  • Kue Talam Singkong
  • Kue Talam Ubi
  • Lapek Bugih
  • Lapis Legit
  • Lompong Sagu
  • Lopis
  • Onde-onde
  • Palai Bada
  • Perkedel Jaguang
  • Rendang Daging
  • Sala Lauak
  • Sarikayo
  • Teh talua

Klik Disini untuk mendownload:“KUMPULAN RESEP MASAKAN MINANG by Keputrian UKM-ITB” :-D

Crazy Little Thing Called Make-Up

Tags

,

“seberapa penting cewe pake make up?”

Itu status senior saya, ni Reisha di sebuah jejaring sosial…

Jadi, kalau menurut saya sih : “ga penting-penting amat, tapi skill make-up itu perlu”

nah lo..

Tiba-tiba jadi kepikiran buat nulis diblog soal ini…

Pertama kali gw total pake make-up sendiri adalah pas wisuda saya di Juli 2010. Gara-gara sebuah salon muslimah yang dimulai dari huruf depan ‘M’ dan diakhiri dengan angka ’5′ (baca: MOZ5) yang mengecewakan saya di hari penting saya itu….Sedikit cerita, gw udah booking seminggu sebelum wisuda di salon tersebut, dan karena gw wisuda hari Jum’at jadi ga penuh request hari itu…H-1 gw coba confirm, gw telepon lah salon tersebut dan surprisingly ternyata mereka bilang ga bisa. H-MIN-SATU. kemana lagi gw mau cari salon?? Gw yang jelas ga terima mulailah marah-marah di telepon. “Mbak, saya kan udah booking seminggu sebelum, kalau ga bisa kenapa ga langsung dikabarin?! Ini pun saya yang nelpon..kalau besok saya tiba-tiba datang trus ga ada orang disana gimana?” “Mbak ke Humaira aja” “Haloww mbaak, ini udah h-1. mbak deh yang bookingin saya kesana gimana? gimana sih ini…saya kecewa banget deh” “maaf mbak, kita coba hubungi yang ngeriasnya nanti saya hubungi mbak lagi..”. Dan ga dihubungi…. Akhirnya saya telpon lagi “Halo mbak, saya yang tadi complain make-up wisuda, jadi gimana ya?” “oh, jadinya yang ngerias langsung ke tempat mbak aja nanti” “Oke, alamat saya di blablabla”. Tapi takdir berkata lain….” Halo. Assalamualaikum. Maaf mbak, yang ngeriasnya lagi sibuk, ga bisa besok. Jadi gimana ya mbak?” “Kok gimana sih??? ya mbak dong mikir saya gimana.Saya udah booking sebelum, mbak ga ngabarin kalau ga bisa, sekarang udah sore pula.” “ada mbak, ke salon muslimah yang di margahayu aja mbak…” “MARGAHAYU???! mbak, saya wisuda di SABUGA mbak!”
Btw, ya, saya segalak itu…

Akhirnya  sore itu, setelah ‘servis’ yang jauh memuaskan dari salon tersebut (ngekonfirmasi aja ga bisa) gw dan si mamah langsung capcus ke ciwalk. Ya tentu saja buat beli alat-alat make-up.

Emm, sebenarnya itu bukan yang awal-awal banget sih pake make-up. Soalnya saya ikut Unit Kesenian Minangkabau, dimana salah satu penghasilan unit ini adalah terima tawaran tampil di acara-acara misalnya acara nikahan adat Minangkabau. Tentu saja sebagai performer harus tampil dengan riasan, selain untuk menghormati yang punya acara, juga untuk kepentingan dokumentasi.

Oke, sampai di ciwalk, langsung nyambangin counter Maybelline. Kenapa Maybelline? “Maybelline aja, bedak mama Maybelline soalnya.” Hal yang patut disyukuri adalah counternya kosong dan mbak-mbak SPG-nya nganggur :D

Akhirnya berceritalah si mama kepada si mbak SPG perihal cerita yang telah saya sebutkan di atas. Si mbak SPG langsung menyuruh saya duduk, dan langsung ngedandanin on the spot :|
Hasilnya bagus sih, cuma ga sesuai dengan outfit yang lagi gw pake saat itu yang rada SMP-looks dengan ransel warna-warna gonjreng merah-hijau-putih tapi make-up ala tante -__-

Anyway, sebenarnya kasus salon itu ada hikmahnya sih, gw jadi punya make-up set sendiri and you know..alat make-up itu ga murah :P

jadi beginilah saya kala wisuda&foto wisuda...

“halo cecewekan, curhat juga dong soal pengalaman kalian ber-#makeup.. hihihi”

Ini status teman mantan se-kos saya: Ega….

Pertama kali saya merasa butuh bisa buat dandan tak lain dan tak bukan adalah waktu pertama kali wawancara kerja…I need more than one hour just to do that thing (baca: dandan)! ya ga sampe 2 jam juga sih…tapi cukup buat bokap gw misuh-misuh…

Sedikit cerita, jadi wawancara gw pertama kali adalah di JW Marriot Hotel. Yah tau sendiri kalau hotel itu kan termasuk hospitality service, standar Internasional pula…masa gw dateng ga pake make-up? gw akan terlihat seperti anak kecil ga ngerti kejamnya dunia (sekarang juga ga ngerti-ngerti amat sih :P ). Intinya gw bakal terlihat polos dan ga professional look gitu :|

Karena pengalaman ‘satu jam bersama make-up sebelum interview’, cukup bikin gw semaput. Gw akhirnya yakin kalau make-up itu it’s about practice. Gw yang dulu belagu, yang mikir makeup yah gitu doang, gw lulusan FSRD gitu looh! masak pake make-up dan kuas-kuasnya aja gak bisa?! Akhirnya menyadari ke-belagu-an gw yang sok nyama-nyamain ngaplikasiin makeup di muka sama winsor di concord….beda cuyyy!!! Akhirnya gw mulai curi-curi kesempatan makeup harian buat, yah setidaknya, belajar pake eye liner! Gw ajak kakak gw jalan-jalan dan gw sendiri mulai ngebiasain supaya bisa make tu eye liner, dan makenya ga sampe sejam!  Alhamdulillah sekarang sih udah bisa cepet, bahkan setiap jalan-jalan suka dipake, termasuk ngampus :mrgreen:

Tapi, gw bukan banci dandan yang setiap keluar rumah kudu-harus-musti dandan. Pake bedak sih iya, ampir setiap keluar rumah kecuali keluar dalam waktu singkat aja gw ga pake bedak. Seseorang pernah bilang: “Bedak itu bukan cuma bikin kamu tambah cantik. Kalau tambah cantik sih bonus aja. Tapi yang penting bedak itu supaya kulit kamu ga bersentuhan langsung dengan debu dan sinar matahari. Biar kalau ada debu yang nempel, ya nempelnya di bedak itu. Makanya, penting buat bersihin muka sebelum tidur supaya debu-debu tadi ga masuk ke pori-pori.”

Kesalahan Fatal pake Make-up: Ghost Look & Ondel-Ondel Look…

“sudah tidak terhitung lagi berapa banyak produk kecantikan yang mendorong banyak wanita untuk tampil dengan wajah putih. Tidak jarang kita melihat wanita yang santai berjalan-jalan dengan warna foundation dan bedak yang membuat mereka tampak pucat seperti hantu…” (metrotvnews.com)

Gw pernah ngalamin kok…untung cukup tau diri buat ga keluar rumah :P

Itu kejadian ya gara-gara make-up practice itu tadi…”ah, blush-on nya ketebalan”>>timpa lagi pake bedak. “yaaah, shadingnya salaaah”>>timpa lagi pake bedak. “ih, pucet banget…”>>tambah lagi blush on nya. “yaaaahh, blush on-nya tebal sebelaaah”. Hhh…see? it’s not that easy to have make-up look as I imagine…ada faktor practice dan kecocokan disini. Dan masalah cocok- gak cocok itu take time banget! Hal yang mem-bete-kan adalah saat kita beli make-up yang waktu diaplikasikan ga cocok ke kita padahal warnanya sih suka. As I said before, make-up thing itu ga murah! (menurut gue).

Contoh kasus soal eye liner itu tadi. Gw pake eye liner yang liquid. Padahal umumnya temen-temen gw pake yang pensil. Akhirnya gw coba pake yang pensil dan menurut gw….kayak kena tonjok :|
Dan soal merk juga, gw pake Maybelline dan cukup puas. Dulu pernah nyoba merk ‘asli-api’ dan pas gw wudhu, luntur doong!!  Big No-No Banget! 8O
Lipstik juga gitu. Kalau yang ini nih gw terpengaruh sohib gw sedari TK…Si ibu guru yang dari segi proporsi tubuh ga jauh beda dari gw berhasil meyakinkan gw buat make this stuff…Jadi gw ga nyadar si sohib gw ini make lipstik sampe gw perhatiin betul-betul. Ga norak, tapi tampak lebih fresh. Jadinya gw mau deh pake, soalnya hasilnya bagus dan kelihatan lebih segar. Dia ngerekomendasiin lipstik Revlon-nya. Tapi ketika gw coba, I look pale :| . Gw kelihatan kayak ga minum 3 hari…FYI, Revlon itu warna lipstiknya pake nomor, jadi gw pake nomor yang ga sama dengan sohib gw itu, punya gw setingkat lebih gelap. Nah, biarpun gw suka warna yang dipilih si sohib gw tapi ternyata ga cocok di gw. Anyway, gw udah make lipstik sejak tingkat 4, dan tampaknya ga ada yang sadar sih, soalnya warna natural :D  Jadi fungsinya supaya bibir kelihatan lebih segar aja.

Banyak deh hal-hal terkait soal cocok-ga cocok ini. Waktu beauty class UKM aja, misalnya, kelompok gw kebagian eye shadow warna putih-abu-biru…yang ternyata pas dicoba ga cocok buat gue :|
yah, dijadiin note aja, jadi kalau beli eye shadow jangan yang biru :P . Hal-hal ini nih yang membuat gw ga ngerasa aneh baca komen-komen statusnya ega yang katanya cewe-cewe jepang kalau pajama party ngomongnya make-up. Emang perlu sih tukar2 informasi gitu…menyenangkan kok :D ! Pernah teman gw cerita pake foundation merk X pas diaplikasiin bagus, tapi pas beliau tersenyum…eeehhh!! mukanya retak-retak! sesuatu banget kan :|

makeup partners (orang yang paling sering diskusi bareng soal make-up stuffs)

 Make up itu ga penting-penting amat, tapi nagih

Sesuai yang gw bilang tadi aja..bikin penasaran sampe kita nemu yang pas buat kita….

Sepertinya udah tiba di sesi curhat nih….

You know, gw adalah cewek yang terjebak dalam bentuk tubuh ukuran mini. 150 aja ga nyampe… Gw sendiri ga merasa terlalu banyak keluhan sih dengan badan dan muka gw. Ga terlalu gemuk, ga terlalu kurus, muka juga ga jerawatan dan ga geradakan. Tapi yang perlu dicatat disini, gw ga merasa senang kalau cowok-cowok  memperlakukan gw terlalu kekanak-kanakan. Dan make-up, cukup membantu gw untuk terlihat sesuai umur gw yang sebenarnya. Emang sih kalau ke unit, sering dibilang jadi kayak tante-tante gitu(ga semua bilang gitu sih)…bodo amat deh. Gw perhatiin dan nanya ke temen, biasa aja tuh katanya. Mereka aja yang heboh.. mungkin ga biasa liat gw yang makeup begitu. Kadang ga habis pikir, mereka ga inget apa umur gw berapa? Gw cape sering dikira TPB atau anak SMP (seneng juga sih di satu sisi kan terlihat muda :P ).  Tapi pernah di suit-suit sama pelajar SMA yang lagi les di Neutron itu kejadian yang sesuatu banget. Bikin kening gw berkerut. Gapapa sih sebenarnya dibilang kayak anak SMP, tapi kalau lo tau gw bukan anak SMP, please…jangan perlakukan gw kayak pelajar SMP… 

Tapi, make-up (dengan segala resikonya) bikin jengah juga. Apalagi kalau udah dilihat cowok…BEUUHHH!!! I feel uneasy!
Honestly, gw sih ga cantik, tapi juga ga jelek-jelek amat. Mungkin si make-up ini sedikit membuat gw lebih cantik ^^a?

Kembali  ke soal cowok tadi…Outfit gw kan biasa aja tuh, secara gw jilbaban. Memang sih, kalau milih warna suka rada mencolok, tapi dari segi model umumnya biasa aja…Pernah pulang sekitar jam 7an gitu, trus terpaksa melintas segerombolan cowok, ada yang ga sengaja jalan trus hampir nabrak gw..(akhirnya ga tabrakan sih). Si cowo itu bilang “eh, sori teh…”. ya gw diem aja, trus jalan. Sedetik setelah itu tu cowo nyeletuk lagi “eh cantik juga!”. Bukannya seneng, gw malah takut! Ya iyalah! Nanti kalau gw diajak kenalan trus tu cowok macem-macem piyeee?? Untung gw pake mp3 (yang ga nyala, cuma si headset numpang nyolok kuping doang) jadi bisa pura-pura ga denger trus jalan cepaaaattt!! Hal-hal macam gini nih yang pengen bikin gw cepet punya suami #loh #eh

Outfit biasa aja begitu, cemana kalau outfit mencolok??  kejadian tuh pas Indonesia Bermain. Salah gw juga sih, pake baju pink mencolok gitu sendiri (ga bareng temen-temen cewe alias jalan ramean). Gw merasa perjalanan dari kosan ke sabuga penuh perjuangan mental…bahkan yang ekstrim, ada segerombolan cowok yang pas gw lewat semuanya pada ngeliatin kayak iklan parfum. SUMPAH ITU HORROR ABIS! walhasil pas pulang bela-belain deh nunggu windy biar bisa nebeng…. 

Gw suka dandan gitu, tapi bisa ga sih gw melakukan kesenangan tersebut tanpa cowok-cowok notice alias memperhatiin ga penting gitu, entah itu karna bagus atau jelek…ga sukaa TT____TT

Oh iya, tadi ngomongin suami ya? #eh #loh 

Salah satu pemikiran gw soal make-up itu juga buat si calon suami sih, ga rela aja kalau sampai suami ngeliat cewe lain hanya karena cewe itu bisa dandan dan gw tidak. Apalagi kalau udah dateng acara-acara resmi, misalnya kondangan. Kan kasian pride suami juga kalau sampai istrinya keliatan ga di-”maintenance”…mungkin orang-orang bakal mikir, ” ih, istri kamu kok pucet gitu sih? dekil gitu sih? dsb”. Tapi gw sih akan merasa lebih kasian sama yang istrinya high-maintenance sih. Janganlah kita sebagai cewek, “merampok” suami dengan waxing ga penting, apalagi sampe suntik ini-itu, operasi ini-itu…

Ada juga komennya gini “salah satu alasan suami pilih saya niy, Ga…gak bisa dandan, so mengurangi budget operasional ktnya…hihihihi”. Iya bener juga. Disusul komennya ega, :”haha ga mau modal itu namanya :P di sisi lain, ada lho mbak laki2 yg justru pengen istrinya (atau pacarnya) bisa dandan”. Jadi, berhubung gw blom punya suami dan belum tau juga bakal dapat suami yang suka istrinya ga dandan atau dandan, ya yang penting bisa aja dulu. Kayaknya asyik kalau kita bisa dandan, tapi ga dandan pun ga jelek-jelek amat :D . Makanya bersihin muka sebelum tidur!

Btw, segitu dulu aja kali ya. Ngomongin make-up panjang-panjang saya jadi malu sendiri hihi :oops:

Alice Magic World Restaurant

Tags

, , , ,

Located in Tokyo, Japan.

Designed by Eiichi Maruyama and Katsunori Suzuki.
Based on “Alice in Wonderland” of course :D

 

Alice Fantasy Dining

Taiyo Building 5th floor, 8-8-5 Ginza Chuo Ku Tokyo T 104-0061
Tel: +81 (03) 3574 6980
Open:
Mon-Thurs 17:00-01:00
Friday, Saturday and Holiday eve 17:00-05:00
Sunday, public holiday 17:00-23:00
Reservations recommended
Service charge of 10% added to bill automatically as well as 8% tax.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 240 other followers