Tags
Wah, sudah lama tidak posting di bagian ‘Personal Life’
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengunjungi “Bandung Carnival Land” pada tanggal 11 September 2011.
Sekadar informasi, Bandung Carnival Land yang disingkat BCL ini berlokasi di Jl. Sirnagalih No. 15 Karang Setra, Bandung, Jawa Barat. Harga tiket masuknya untuk weekdays dan weekend ternyata berbeda. Untuk weekdays harga tiket masuk terusan Rp.30.000 sementara untuk weekend Rp. 40.000. Oh ya, harga tiket terusan itu berlaku untuk 2 kali permainan kebanyakan wahana kecuali sepeda udara dan Sinema 4D yang hanya bisa sekali, tidak berlaku untuk wahana trampolin, jadi kalau mau menikmati wahana trampolin harus mengeluarkan biaya lagi Rp.10.000/orang/15menit dan kalau ingin menikmati fasilitas yang lain bisa membeli tiket tambahan pada loket yang tersedia di dalam.
Saya kesana bareng 3 orang teman saya : Evelyn, Agnes, dan Winta. Tragisnya si Winta ini rada mirip sama BCL, cuma yah…not to mention :p
Jadi, ada apa saja di BCL?
Sinema 4D
Ini adalah wahana pertama yang kami coba. Tak perlu mengantri kala itu, kita bisa langsung duduk di dalam wahana dan diberi kacamata oleh petugas. Sayang sekali baik kacamata maupun kualitas gambar pada film 4D ini kurang greget. Jangan harap dapat kacamata seperti kita nonton film 3D di XXI…Mungkin ke depannya bisa diperbaiki dan dijaga agar pengunjung puas dengan fasilitas yang disediakan.
Yang bikin saya bingung di wahana ini adalah : sabuk pengaman. Kita tidak diberi aba-aba untuk memakai sabuk pengaman, bahkan biarpun saya berinisiatif untuk memakainya saya ga tau gimana cara makainya, haha. Entah mungkin film terlalu cepat mulai atau cahaya yang redup, saya benar-benar tidak bisa menggunakan si sabuk pengaman tersebut. Cara yang paling ‘masuk akal’ dengan posisi sabuk pengaman tersebut adalah mengalungkannya ke leher. Aneh banget.
Dari segi hiburan, lumayan lah, kursi bergerak dan alat-alat lainnya (bagi gw ga termasuk sabuk pengaman
) masih berfungsi baik. Film berdurasi sekitar 10 menit dan sepanjang film si sabuk pengaman saya pegang aja.
Mangkok Tsunami
Ini adalah wahana kedua yang kita naiki. Pusing? Lumayan bagi saya. Mungkin pengaruh tabrakan yang mengakibatkan kepala bocor tapi masih suka pusing-pusing (that’s another story :p). Lumayan seru lah dan tidak terlalu ekstrim. Sebenarnya satu perahu diduduki oleh 2 orang, namun karena kita ber-3 (Evelyn ga ikut) tidak sanggup berpisah barang sebentar saja saat itu akhirnya kita ber-3 naik satu perahu.
Mobil Gila alias Bom-Bom Car Dewasa
Tarikan lumayan oke, kendali lumayan mudah. Lumayan buat seru-seruan apalagi buat tabrak-tabrakan
Super Swing
Versi mini dari ontang-anting di dufan. Oh ya, kalau dari sistem sabuk pengamannya sebaiknya kesini jangan pake rok panjang sampe mata kaki, kalau masi keukeuh mungkin perlu dipertimbangkan untuk memakai legging/stocking. Soalnya roknya ntar bakal terangkat dan terlihat seperti sarung alibaba
Buah Terbang
Yang ini adalah ‘super swing’ khusus untuk anak 10 tahun dengan tinggi yang telah ditentukan. Si Winta, dengan ga tau dirinya pengen banget naik wahana ini “semangkanya lucuuuu!!!” katanya ==”. Gw ga yakin dia pengen naik karena semangkanya lucu atau karna ga mau rugi tiket…Ah, saya rasa sih kedua-duanya.
Rumah Hantu
Konon katanya adalah wahana paling niat di BCL. Haha. Keliatan sih sebenarnya dari penampilan luarnya yang lebih ‘wah’ dibandingkan dengan wahana lainnya. Masuk aja sendiri ya…ntar kalo diceritain ga surprise :p. Hati-hati buat yang pacaran, di wahana ini sering banget kejadian si cowok ninggalin cewe-nya buat kabur keluar menyelamatkan diri seorang diri.
Sepeda Udara
Salah satu wahana yang boleh dinaiki hanya sekali. Maklum sih, seandainya bebas naik maka yang asyik pacaran di sepeda udara ini konon ga turun-turun kecuali ada gempa bumi atau panggilan alam lainnya. Sepedanya bisa dikemudikan manual (dikayuh) ataupun otomatis. Ada lagunya lagi
. Cukup tekan tombol play dan besarkan volume suaranya maka bersenandunglah lagu secara random. Waktu saya naik bareng Evelyn, lagu yang diputar adalah “A Whole New World”-nya Alladin. Wow, romantis beudh dah…Dan kita berdua pun langsung karaoke mendadak
Tanya ke pasangan Winta-Agnes, ternyata mereka dapat lagu “Big-Big Girl”-nya Emily
Ehehehe, sabar ya say, lain kali dietnya yang sehat
Denger sepeda udara orang lain ada lagi “Asareje” juga ternyata
Ulat Gila
Setelah Mobil Gila ada lagi Ulat Gila…Ulat Gila ini adalah roller coaster ecek-ecek yang bakal seru kalo dinaikin sama anak-anak. Yang bikin heboh roller coaster ini ya itu tadi, kalau ada anak-anak. Soalnya mereka akan teriak kenceeeeng dan heboh banget. Kita-kita yang berempat ini sibuk foto-foto dan bikin video ntah untuk apa…
Lampion Garden
Nah ini adalah wahana paling luas di BCL ini. Disini ada beberapa spot, seperti dunia flintstone, rumah-rumah kurcaci yang ga bisa dimasuki, kolam teko, balon terbang, patung-patung figuratif seperti unta, superman, putri duyung yang mirip budi anduk, becak, beberapa gazebo yang mirip pelaminan, dan ujungnya kita akan bertemu gurita Kraken yang di dalam perutnya ada Bikini Bottom!!
Saat berjalan-jalan di Lampion Garden ini, kita ketemu abang-abang petugas BCL dan minta tolong untuk fotoin kita-kita. Setelah menolong kita abang tersebut nyelutuk “Teh, kalau disini bagusnya malem-malem, banyak lampunya nyala.” Hmm, no wonder BCL ini tutupnya jam 10 malam, ternyata untuk memfasilitasi Lampion Garden ini. Lalu ternyata si abang itu melanjutkan pembicaraannya, “Banyak banget yang kesini malam, biasanya sih pasangan..” “Ngapain bang?” tanya Winta (lagi-lagi ni anak ==;) “Yah gitulah teh, ada yang ngobrol ada juga yang berkegiatan lainnya…” “Hah? kegiatan lainnya gimana bang?” si Winta langsung excited. “Yah,gitu deh neng….”
Baguslah kita datang siang, lagian kalau malam foto-fotonya banyak ‘nyamuk-nyamuk’ yang ganggu dan gelap juga kan…
Sebenarnya masih ada wahana lain di BCL ini seperti Junior Aviator, Rumah Kaca, dlsb. Tapi kira-kira seginilah cerita yang bisa dishare saat ini. Hehe. Kalau penasaran dateng aja langsung ke BCL nya. Lumayan sih dengan harga segitu kalau kata saya.







